Translate Jurnal

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  Translate Jurnal COMPOSITION OF THE NORMAL GUT MICROBIOTA KOMPOSISI MICROBIOTA GUT NORMAL Even though it was earlier thought that the gut microbiota comprised of 500-1000 species of microbes[17] a recent large scale study has estimated that the collective human gut microflora is composed of over 35000 bacterial species[18]. Furthermore, if defined from a perspective of total bacterial genes, the Human Microbiome Project and the Metagenome of the Human Intestinal tract (MetaHIT) studies suggest that there could be over 10 million non-redundant genes in the human microbiome. Meskipun sebelumnya diduga mikrobiota usus terdiri dari 500-1000 spesies mikroba [17], sebuah penelitian berskala besar baru-baru ini memperkirakan bahwa mikroflora usus manusia kolektif terdiri dari lebih dari 35.000 spesies bakteri [18]. Lebih jauh lagi, jika didefinisikan dari perspektif gen bakteri total, Proyek Human Microbiome dan Metagenome of the Human Intestinal tract (MetaHIT) menunjukkan bahwa mungkin ada lebih dari 10 juta gen non-redundant pada mikrobioma manusia . Pada awalnya microbial usus yang berada dalam tubuh manusia diduga sekitar 500-1000 spesies mikroba , namun baru baru ini sebuah penelitian berskala besar memperkirakan bahwa mikrobia atau mikroflora usus manusia terdiri lebih dari 35.000 spesies bakteri . Jika ditelaah lebih jauh lagi dari sisi perspektif gen bakteri total melalui proyek human microbiome dan metagenome of human intestinal tract atau disingkat metaHIT menunjukan kemungkinan bahwa lebih dari 10 juta gen non redundant pada mikrobioma yang ada pada tubuh manusia A Danish study of the gut microbiome and their function involving 123 non-obese and 169 obese individuals resulted in the concept of high gene count (HGC) and low gene count (LGC), both of which have implications in health and disease[19]. The HGC microbiome includes  Anaerotruncus colihominis, Butyrivibrio crossotus, Akkermansia  sp., and Fecalibacterium  sp.; with a high  Akkermansia  (Verrucomicrobia): Ruminococcus torque/gnavus  ratio. The defining features of HGC microbiome in favour of a digestive health includes increased proportion of butyrate producing organisms, increased propensity for hydrogen production, development of a methanogenic/acetogenic ecosystem and reduced production of hydrogen sulfide[19]. Sebuah studi Denmark mengenai microbiome usus dan fungsinya yang melibatkan 123 orang obesitas dan 169 orang obesitas menghasilkan konsep penghitungan gen tinggi (HGC) dan jumlah gen rendah (LGC), yang keduanya berimplikasi pada kesehatan dan penyakit [19] . Mikrobiom HGC meliputi Anaerotruncus colihominis, Butyrivibrio crossotus, Akkermansia sp., Dan Fecalibacterium sp .; Dengan Akkermansia tinggi (Verrucomicrobia): rasio torinococcus torque / gnavus. Fitur yang menentukan mikrobioma HGC yang mendukung kesehatan pencernaan mencakup peningkatan proporsi organisme penghasil butirat, peningkatan kecenderungan produksi hidrogen, pengembangan ekosistem metanogenik / asetat dan pengurangan produksi sulfida hidrogen [19  Dalam sebuah studi yang dilakukan di Denmark mengenai microbioma usus dan fungsinya yang melibatkan 123 orang bukan penderita obesitas dan 169 orang penderita obesitas telah menghasilkan konsep perhitungan gen tinggi ( HCG) dan jumlah gen rendah (LGC) yang keduanya berimplikasi (berdampak) pada kesehatan dan penyakit. Mikrobiom HGC meliputi Anaerotruncus colihominis, Butyrivibrio crossotus, Akkermansia sp., Dan Fecalibacterium sp .; Dengan Akkermansia tinggi (Verrucomicrobia): rasio torinococcus torque / gnavus. Indikator yang menentukan bahwa mikrobioma HGC telah mendukung kesehatan pencernaan mencakup peningkatan proporsi organism penghasil butirat, peningkatan kecendrungan produksi hydrogen , berkembangnya ekosistem metnogenik / asetat dan berkurangnya produksi sulfide hydrogen The HGC individuals have a functionally much robust gut microbiome and lower prevalence of metabolic disorders and obesity. On the other hand, LGC individuals harbor a higher proportion of pro-inflammatory bacteria such as Bacteroides  and Ruminococcus gnavus , both of which are known to be associated inflammatory bowel disease[20,21]. Other members of LGC bacteria include Parabacteroides, Campylobacter, Dialister, Porphyromonas, Staphylococcus  and  Anaerostipes . In addition, few of the key bacterial metabolites in LGC individuals include modules for β -glucuronide degradation, degradation of aromatic amino acids, and dissimilatory nitrite reduction, all of which are known to have deleterious effects Individu HGC memiliki microbiome usus fungsional yang jauh lebih kuat dan prevalensi gangguan metabolisme dan obesitas yang lebih rendah. Di sisi lain, individu LGC memiliki proporsi bakteri pro-inflamasi yang lebih tinggi seperti Bacteroides dan Ruminococcus gnavus, yang keduanya terkait dengan penyakit radang usus. [20,21]. Anggota bakteri LGC lainnya termasuk Parabacteroides, Campylobacter, Dialister, Porphyromonas, Staphylococcus dan Anaerostipip. Selain itu, sedikit metabolit bakteri utama pada individu LGC termasuk modul untuk degradasi β -glukuronida, degradasi asam amino aromatik, dan pengurangan nitrit disimilatif, yang kesemuanya diketahui memiliki efek merusak Individu HGC cenderung memiliki microbioma usus dengan fungsi yang jauh lebih kuat dan prevalensi gangguan metabolism dan obesitas yang lebih rendah. Disisi lain, individu lgc memiliki proporsi bakteri pro-inflamasi yang lebih tinggi seperti bacteroides dan ruminococcus gnavus, yang kedua bakteri ini merupakan penyebab dari adanya penyakit radang usus. Anggota LGC lainnya yang termasuk parabacteroides, campylobacter,dialister, porphhyromonas,staphylococcus dan anaerostipip. Selain itu , beberapa metabolit bakteri utama pada individu LGC termasuk modul untuk degradasi Beta  – glukuronida, degradasi asam amino aromatic, dan adanya pengurangan nitrit disimilatif telah diketahui memiliki efek merusak Overall, the healthy gut microbiota is predominantly constituted by the phyla Firmicutes and Bacteroidetes. This is followed by the phyla Actinobacteria and Verrucomicrobia. Even though this general profile remains constant, gut microbiota exhibits both temporal and spatial differences in distribution at the genus level and beyond. As one travels from the esophagus distally to the rectum, there will be a marked difference in diversity and number of bacteria ranging from 101 per gram of contents in the esophagus and stomach to 1012 per gram of contents in the colon and distal gut[22].  Figure Figure22 depicts the temporal diversity of the gut microbiota as one travels from the esophagus distally to the colon Secara keseluruhan mikrobiota usus sehat didominasi oleh phyla Firmicutes dan Bacteroidetes. Ini diikuti oleh filin Actinobacteria dan Verrucomicrobia. Meskipun profil umum ini tetap konstan, mikrobiota usus menunjukkan perbedaan temporal dan spasial dalam distribusi pada tingkat genus dan seterusnya. Sebagai salah satu perjalanan dari kerongkongan ke rektum, akan ada perbedaan yang mencolok dalam keragaman dan jumlah bakteri mulai dari 101 per gram isi di kerongkongan dan perut sampai 1012 per gram isi usus besar dan usus distal [22] . Gambar Figure22 menggambarkan keragaman temporal mikrobiota usus sebagai satu perjalanan dari esofagus secara distal ke usus besar. Secara keseluruhan mikrobiota usus sehat didominasi oleh phyla Firmicutes dan Bacteroidetes. Yang i diikuti oleh filin Actinobacteria dan Verrucomicrobia. Meskipun mikrobiota usus menunjukan profil yang umum dan konstan akan tetapi pada tdistribusi ingkat genus telah menunjukan perbedaan temporal dan spasial . Dalam perjalanan dari kerongkongan ke rectum , akan menunujukan perbdaan yang mencolok dalam keragaman dan jumlah bakteri mulai dari 101 pergram yang ada dikerongkongan dan perut sampai 1012 pergram isi usus besar dan usus distal. Pada gambar 22 menggambarkan adanya kergaman temporal mikrobiota ususdari esophagus seacara distal le usus besar Streptococcus appears to be the dominant genus in the distal esophagus, duodenum and  jejunum[23,24]. Helicobacter is the dominant genera present in the stomach and determines the entire microbial landscape of the gastric flora, i.e., when Helicobacter pylori (H. pylori) inhabits the stomach as a commensal, there is a rich diversity constituted by other dominant genus such as Streptococcus (most dominant), Prevotella, Veillonella and Rothia[25,26]. This diversity shrinks once H. pylori acquire a pathogenic phenotype. The large intestine constitutes of over 70% of the all microbes found in the body, and gut flora that is generally discussed in the context of disease state by and large implies the colonic flora (especially those derived from stool metagenomic data). The predominant phyla that inhabit the large intestine include Firmicutes and Bacteroidetes. Traditionally, the Firmicutes: Bacteroidetes ratio has been implicated in predisposition to disease states[27] Streptococcus tampaknya merupakan genus dominan di esofagus distal, duodenum dan jejunum [23,24]. Helicobacter adalah genera dominan yang ada di perut dan menentukan keseluruhan lanskap mikroba flora lambung, yaitu ketika Helicobacter pylori (H. pylori) mendiami perut sebagai komensal, ada keragaman yang kaya yang dibentuk oleh genus dominan lainnya seperti Streptococcus (Paling dominan), Prevotella, Veillonella dan Rothia [25,26]. Keragaman ini menyusut sekali H. pylori memperoleh fenotipe patogenik. Usus besar merupakan lebih dari 70% dari semua mikroba yang ditemukan di dalam tubuh, dan flora usus yang umumnya dibahas dalam konteks keadaan penyakit oleh dan besar menyiratkan flora kolon (terutama yang berasal dari data metagenom tinja). Filum dominan yang menghuni usus besar termasuk Firmicutes dan Bacteroidetes. Secara tradisional, rasio Firmicutes: Bacteroidetes telah dikaitkan dengan predisposisi penyakit negara [27]  Pada bagian esophagus distal, duodenum dan jejunum terdapat gen yang dominan yaitu streptococcus. Helicobacter adalah genera dominan yang ada di perut dan menentukan keseluruhan lanskap mikroba flora lambung, yaitu ketika helicobacter pylori (H. pylori) berada di perut sebagai komensal, terdapat  juga aneka ragam yang dibentuk oleh gen dominan lainnya seperti streptococcus ( paling dominan), prevotella,veillonella dan rothia . Keragaman ini akan berkurang sekali ketika bakteri H.pylori memperoleh fenotipe patogenik. Didalam tubuh tepatnya di usus besar, ditemukan lebih dari 70% mikroba serta flora usus yang erat kaitannya dengan penyakit dan menyiratkan mengenai flora kolon terutama yang berasal dari data metagenom tinja. Filum dominan yang menghuni usus besar termasuk firmicutes dan bacteroidetes. Secara tradisional : Bacteroidetes telah dikaitkan dengan predisposisi penyakit Negara However, the significant variability even in healthy individuals that has been observed across recent studies makes the relevance of this ratio debatable. Besides genera from phyla Firmicutes and Bacteroidetes, human colon also harbors primary pathogens, e.g., species such as Campylobacter jejuni, Salmonella enterica, Vibrio cholera and Escherichia coli (E. coli), and Bacteroides fragilis, but with a low abundance (0.1% or less of entire gut microbiome)[6,28]. The abundance of the phylum Proteobacteria is markedly low; and its absence along with high abundance of signature genera such as Bacteroides, Prevotella and Ruminococcus suggests a healthy gut microbiota[29]. Besides this longitudinal difference, there also exists an axial difference from the lumen to the mucosal surface of the intestine. While Bacteroides, Bifidobacterium, Streptococcus, Enterobacteriacae, Enterococcus, Clostridium, Lactobacillus and Ruminococcus are the predominant luminal microbial genera (can be identified in stool), only Clostridium, Lactobacillus, Enterococcus and Akkermansia are the predominant mucosa and mucus associated genera (detected in the mucus layer and epithelial crypts of the small intestine)[30] Namun, variabilitas yang signifikan bahkan pada individu sehat yang telah diamati di seluruh penelitian terbaru membuat relevansi rasio ini dapat diperdebatkan. Selain genera dari phyla Firmicutes dan Bacteroidetes, kolon manusia juga memiliki patogen utama, misalnya spesies Campylobacter jejuni, Salmonella enterica, Vibrio cholera dan Escherichia coli (E. coli), dan Bacteroides fragilis, namun dengan kelimpahan rendah (0,1% atau lebih Kurang seluruh mikrobiom usus) [6,28]. Kelimpahan filum Proteobacteria sangat rendah; Dan ketidakhadirannya bersamaan dengan banyaknya genera tanda tangan seperti Bacteroides, Prevotella dan Ruminococcus menunjukkan mikrobiota usus yang sehat [29]. Selain perbedaan longitudinal ini, ada juga perbedaan aksial dari lumen ke permukaan mukosa usus. Sementara Bacteroides, Bifidobacterium, Streptococcus, Enterobacteriacae, Enterococcus, Clostridium, Lactobacillus dan Ruminococcus adalah genera mikroba luminal yang dominan (dapat diidentifikasi dalam tinja), hanya Clostridium, Lactobacillus, Enterococcus dan Akkermansia yang merupakan genus mucus dan manggis yang paling dominan (terdeteksi pada Lapisan lendir dan kriptus epitel usus kecil) [30] The other way of classifying the gut flora, as proposed by the MetaHIT Consortium[31], is based on species composition which cluster into well-balanced host-microbial symbiotic states that is stable over geography and gender, but can respond differently to diet and drugs. These clusters have been named enterotypes. Interestingly, the abundance of molecular functions however may not correlate with abundance of species within the enterotypes. Furthermore, as shown in a recent study on the
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x