Etiologi Atipikal Pneumonia

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 0
 
  Description:
Share
Transcript
  ETIOLOGI Pneumonia atipikal adalah pneumonia yang disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak dapat diidentifikasi dengan teknik diagnostik standar pneumonia umumnya (pengecatan gram, biakan darah,  pemeriksaan sputum) dan tidak menunjukkan respon terhadap antibiotik golongan b-laktam. Mikroorganisme patogen penyebab pneumonia atipikal pada umumnya adalah  M   y coplasma    pneumoniae (M.  pneumoniae) , Chlamydia pneumoniae   (C.  pneumoniae) dan  Legionella pneumophila (L. pneumophila) . Ramirez JA. Atypical  pneumonia. Current treatment opinion in infectious diseases. 2001; 3:173-8.  Mycoplasma pneumoniae Sel epitel  bersilia saluran napas merupakan sel target infeksi  M.  P  neumoniae   , mempunyai str    uktur   memanjang seper   ti ular dengan ujung tempat perlekatan dengan sel epitel bersilia. Protein bekerjasama secara struktur dan fungsional me- mobilisasi perlekatan ujung kuman dan memungkin- kan koloni mycoplasma pada membran mukosa berkembang.   Mycoplasma  berkembang biak pada permukaan sel mukosa saluran napas, menghasilkan H2O2 (peroksida) yang dapat merusak lapisan mukosa  sehingga terjadi deskuamasi dan ulserasi  pada lapisan mukosa, udem dinding dinding bronkus dan produksi sekret yang memenuhi saluran napas dan alveoli. Powell DA. Mycoplasma  pneumoniae. Dalam: Behrmann RE, Kliegman RM, Jenson HB,  penyunting.  N elson textbook of pediatrics. Edisi ke-16. Philadelphia: Saunders; 2000. h. 914-8. Chlamydia pneumoniae  Chlamydia mempunyai siklus perkembangan yang unik dalam sel epitel induk. Bentuk elementary bodies (EB) yang berukuran 200-400 milimikron, melekat pada permukaan epitel saluran napas melalui reseptor protein spesifik dan masuk mencapai sel melalui endositosis.  Elementary bodies menetap di membran fagosom dan menghambat fusi fagosom dan lisosom. Kira-kira 9-12 jam setelah kuman ini memasuki sel,  EB akan  berdiferensiasi menjadi reticulate body (  RB ) yang selanjutnya membelah menjadi sepasang, membentuk inclusions intra sitoplasma. Sesudah 36 jam,  RB akan  berdiferensiasi kembali menjadi  EB . Keseluruhan siklus hidup akan memakan waktu 48-72 jam, mengakibatkan sitolisis dan terlepasnya sel epitel. Proses perjalanan  patogenesis bervariasi untuk   setiap spesies dan memungkinkan chlamydia menimbulkan infeksi subklinis.  Hammerschlag MR. Chlamydia trachomatis and Chlamydia pneumoniae infections in children and adolescents. Pediatr in Rev 2004; 25:43-51.  Legionella pneumophila  Legionella adalah parasit intraselular fakultatif. Sel target pada manusia adalah makrofag alveoli dan mungkin juga sel lain. Pertumbuhan kuman dalam makrofag menyebabkan kematian sel, kemudian diikuti reinfeksi sel yang lain sampai sel makrofag teraktivasi dan selanjutnya dapat membunuh mikroorganisme intraselular. Makrofag yang teraktivasi dan respon imun yang lain mendorong infiltrasi makrofag ke jaringan yang mengandung kuman intraselular. Terapi kortikosteroid merupakan risiko tinggi terkena infeksi  Legionella karena fungsi sel T dan makrofag terganggu. Powell DA. Mycoplasma  pneumoniae. Dalam: Behrmann RE, Kliegman RM, Jenson HB,  penyunting.  N elson textbook of pediatrics. Edisi ke-16. Philadelphia: Saunders; 2000. h. 914-8.  
Related Search
Similar documents
View more
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x