Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 0
 
  Description:
Share
Transcript
  2.0 ETIKA Manusia diciptakan oleh Allah S.W.T sebagai makhluk yang beragama juga berperanan sebagai makhluk sosial, iaitu makhluk yang sentiasa mempunyai hubungan interaksi antara satu sama lain. Allah SWT berfirman “  Dan berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu  ,…  (Ali Imran: 159) . Dari firman Allah ini dapat kita ketahui betapa besarnya peranan komunikasi dalam kehidupan manusia sebagai makhluk yang sosial. Menurut kata pakar komunikasi, dalam masa 24 jam, 70% waktu manusia di isi dengan komunikasi. Begitu banyaknya waktu yang kita habiskan dalam komunikasi. maka sebagai muslim kita harus tahu etika berkomunikasi yang sesuai dengan ajaran Islam. Rasullullah SAW adalah komunikator yang paling hebat, setiap pesanan yang beliau sampaikan pasti berkesan dihati para sahabat, bahkan dihati kaum musyrik yang memusuhinya. Tiada agama yang paling sempurna kecuali Islam, tidak kira siapapun sama ada ia muslim atau non musli bila saja mau menggunakan akal untuk berpikir, pasti akan sampai  pada kesimpulan yang sama. Bayangkan, Islam tidak hanya mengatur kehidupan akhirat, duniawi, teknologi, bahkan sampai kepada hal-hal yang kecil pun seperti tatacara mandi,  berpakaian atau tidur diatur Islam, melalui sunnah Rasullulah SAW. Sebagai Muslim yang baik, kita harus sentiasa menjaga setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita kerana setiap lafaz yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan diakhirat kelak. Antara etika yang berlandaskan dalam Al-Quran ialah : 2.1  Qaulan Karrima Pertama: Qaulan Kariiman   (mulia) sebagai seorang muslim kita harus berkata dengan kata-kata yang mulia, hindarilah kata-kata yang hina, seperti mengejek, mengolok-ngolok hingga menyakiti hati dan perasaan orang lain. Pepatah mengatakan, ”  Memang lidah tidak bertulang, tak terbatas kata-kata ”.  Walaupun lidah tak bertulang, namun lidah boleh menjadi lebih tajam dari sembilu. Ramai orang akan sembuh bila dilukai dengan pedang, namun bila dilukai dengan lidah, sakitnya akan terbawa sampai mati. Hati-hati dengan perkataan, bila ingin bergurau tetap  jaga lisan dari kata-kata yang menyakiti, bergurau dan bergaul harus tetap dengan kata-kata yang mulia.  2.2  Qaulan  Ma’rufan  Kedua: Qaulan ma’rufan   (baik) “ Berkatalah yang baik atau diam ”  itu pesan Rasullulah SAW kepada umatnya. Sebagai muslim yang beriman lisan harus terjaga dari perkataan yang sia-sia. Walau apapun yang diucapkankan harus selalu mengandung nasihat, menyejukkan hati  bagi orang yang mendengarnya. Jangan biarkan lisan ini mencari-cari keburukan orang lain. Hindari kata-kata yang hanya boleh mengkritik atau mencari kesalahan orang lain, memfitnah, menghasut. Sungguh, perbuatan yang sangat hina, hingga Allah berfirman dalam surah Al Hujarat ayat 12, seumpama orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Sungguh sangat menjijikkan.   2.3  Qaulan Syadidan Ketiga: Qaulan Syadidan   (lurus dan benar). Seorang muslim harus berkara yang benar, jujur sahaja dan jangan berdusta kerana sekali kita berkata dusta, seterusnya kita akan berdusta untuk menutupi dusta kita yang pertama dan begitulah seterusnya, sehingga bibir kita pun selalu  berbohong tanpa merasa berdosa. Siapapun tak ingin dibohongi. Seorang isteri akan sangat sakit hatinya bila mengetahui suaminya berbohong, begitu juga sebaliknya. Rakyat pun akan murka bila dibohongi pemimpinnya. Juga tidak kurang pentingnya dalam menyampaikan kebenaran, adalah keberanian untuk bersikap tegas, jangan ragu-ragu dan takut, apalagi jelas dasar hukumnya Al Quran dan hadits.  2.4  Qaulan Balighan Keempat: Qaulan Balighan   (tepat) sebagai orang yang bijak bila berkomunikasi kita harus melihat situasi dan kondisi yang tepat dan menyampaikan dengan kata-kata yang tepat. Bila  berbicara dengan anak-anak kita harus berkata sesuai dengan pikiran mereka, bila berbicara dengan remaja kita harus mengerti dunia mereka. Jangan kita berdakwah tentang teknologi nuklear dihadapan jamaah yang berusia lanjut kerana perbuatan tersebut tentu sangat tidak tepat sasaran, malah membuat mereka semakin bingung. Demikian Allah mengajarkan kepada kita, dalam menjalin komunikasi, khususnya dengan saudara kita sesama muslim. Yakinlah apabila tuntunan ini kita mempraktikkan dalam kehidupan seharian kita baik di dalam rumahtangga, ataupun masyarakat. Dimana pun kita  berada, semuanya akan terasa indah ketika pergaulan berlaku. Kerana muslim yang beriman akan selalu disenangi tidak kira sesame muslim atau non-muslim, kata-katanya menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya. Kita harus mempelajarinya untuk menjadi komunikator yang handal dengan cara berkata yang mulia, baik, benar, tepat dan lemah lembut. Semoga dengan ini Allah mengangkat darjat kita menjadi seorang yang menegakkan kemuliaan Islam, melalui lisan kita sendiri .  
Similar documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x